Awalnya Bakar Sampah, Api Menjalar Hingga Bakar Perbukitan Parombunan
Sibolga, Pijar Tapanuli - Musim kemarau memang sering terjadi kebakaran lahan perbukitan yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar, dan ini kembali terjadi perbukitan Kelurahan Aek Parombunan Lingkungan IV Kecamatan Sibolga Selatan, selasa (5/4) sekira pukul 16.45 wib.

Informasi yang berhasil dihimpun dari warga, Sarmaida Boru Panggabean menerangkan bahwa Sekira pukul 16.45 wib dirinya membakar sampah disamping rumahnya.
"Kemudian tidak lama berselang, api bakaran sampah tersebut tertiup angin ke arah perbukitan yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar yang berada tepat di sekitar rumah," jelasnya..
Lanjut dia, api merambat dengan cepat ke sekitar perbukitan tersebut yang sehingga membakar lahan perbukitan dengan luas sekitar 1.000 meter persegi. Sekira pukul.17.30 Wib.

Begitu Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sibolga dibantu oleh personil Polres Sibolga mengetahui informasi tersebut langsung turun bersama masyarakat sekitar melakukan upaya pemadaman api dengan mengerahkan 3 unit mobil Damkar sehingga api dapat dengan cepat dipadamkan, Selanjutnya sekira Pukul.18.00 Wib.
Begitu juga dengan Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja, SH, S.I.K didampingi oleh Kabag Ops Polres Sibolga Kompol Jono Sirait, SH dan Kapolsek Sibolga Selatan AKP Bremer meninjau langsung lokasi kebakaran tersebut. Selanjutnya sekitar Pukul.18.30 Wib, api telah dapat dipadamkan.
Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja, SH, S.I.K melalui kasi humas polres sibolga AKP R Sormin menyampaikan, Pada peristiwa kebakaran perbukitan tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa serta tidak ada kerugian materil.

"Polres Sibolga menghimbau kepada masyarakat, dalam musim kemarau yang panjang ini diharapkan masyarakat tidak membakar sampah apalagi dilahan perbukitan dan bila ada masyarakat yang melakukan pembakaran sampah dikebun perbukitan agar dipantau dan bila hendak meninggalkan lokasi kebun pastikan pada bakaran yang dilakukan agar api benar benar sudah padam agar tidak terjadi kebakaran yang akibatnya merugikan kita,"jelas Sormin.(SON)