Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 Keluar : Lucien : "Mahasiswa Jangan Takut Menyelesaikan Studi"

Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 Keluar : Lucien : "Mahasiswa Jangan Takut Menyelesaikan Studi"
Keterangan Foto : Satu-satunya Fungsional Peneliti di Kota Sibolg, Dr. Lucien Pahala Sitanggang, S.Pi.,M.Si    Lucien. Milson Silalahi/Pijar Tapanuli.

Sibolga, Pijar Tapanuli -  Mahasiswa Jangan Takut lagi Untuk Menyelesaikan Studi. Dengan terbitnya Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 akan menjadi semangat baru bagi para Mahasiswa yang akan menyelesaikan studi, sehingga Kompetensi Mahasiswa harus semakin baik.

Penegasan ini disampaikan satu-satunya Fungsional Peneliti di Kota Sibolg Dr. Lucien Pahala Sitanggang, S.Pi.,M.Si    Lucien saat ditemui di Kantor Bappeda Kota Sibolga, Jumat (1/9/2023) terkait dihapuskannya skripsi sebagai tugas akhir dari seorang mahasiswa yang ingin meràih gelar Sarjana.

Menurut Lucien, di era Globalisasi saat ini capaian pengguna lulusan Sarjana dan Sarjana Terapan sudah lebih Berorientasi pada Lapangan Pekerjaan Formal seperti bekerja di Pemerintahan atau Perusahaan Swasta. Pola pikir yang terbentuk pada Mahasiswa untuk cepat lulus dan mencari pekerjaan menjadi ancaman tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara Global. 

"Kita dituntut untuk mengikuti ketersediaan pasar yang sudah dikuasai oleh para Pelaku Ekomomi di Negara maju seperti China, Amerika, Rusia dan juga tidak ketinggalan Negara Singapore yang memegang system perdagangan di Asean. Hasil pengamatan Litbang Bappeda Kota Sibolga Program Hilirisasi yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi untuk para Lulusan Sarjana di Indonesia masih sangat jauh. Lulusan Sarjana masih belum memiliki Fashion, Learning Outcome, dan Skill yang spesifik terhadap Keilmuan," Jelas Mantan ketua Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga ini.

Menurut Dia, dengan keluarnya Permendikbud, Kesempatan ini menjadi peluang bagi Mahasiswa, karena Mahasiswa tidak lagi dituntut untuk menyusun Skripsi dalam Capaian Pembelajaran Syarat Lulusan Sarjana. Mahasiswa memiliki pilihan dalam penyelesaian studi khususnya dalam menjaga integritas dan kualitas individu. Beliau memandang bahwa sebagian besar tulisan Mahasiswa dan Judul Penelitian Yang masuk Ke Litbang dari beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Sumatera Utara memiliki kecenderungan formalitas tanpa mengedepankan observasi yang bersifat factual, sebagai contoh beberapa Kampus sering menjadikan skripsi sebagai Project untuk menghasilkan keuntungan bagi oknum dosen yang tidak bertanggungjawab, skripsi menjadi alasan bagi dosen untuk menekan Mahasiswa agar mau melakukan transaksi yang merugikan Mahasiswa dari dua sisi, pertama mahasiswa menjadi tidak menguasai Kompetensi Dasar Keilmuan dan yang kedua Mahasiswa dididik menjadi pembohong untuk kepentingannya sendiri. 

"Ada beberapa kampus yang secara nyata meluluskan Mahasiswa yang tidak memiliki skripsi sampai tahap Ijazah dikeluarkan karena ketika skripsi dikeluarkan publik akan dapat melihat Plagiator atau pemalsu karya Ilmiah dari isi skripsi itu sendiri. Hal ini juga senada dengan Lulusan Magister yang diharuskan membuat Jurnal Internasional tetapi menjadi project bagi Oknum yang tidak bertanggungjawab. Keputusan Menteri yang menerbitkan Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 khususnya di Pasal 18 Point b yakni penerapan kurikulum berbasis proyek atau bentuk pembelajaran lainnya yang sejenis dan asesmen yang dapat menunjukkan ketercapaian kompetensi lulusan, menjadi peluang bagi mahasiswa untuk tidak takut menghadapi tugas akhir, tugas akhir bisa ditempuh dengan Fortopolio, Project atau magang di lembaga atau Perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan bidang Ilmu," Kata satu-satunya Fungsional Peneliti kantor BAPPEDA Kota Sibolga.

Dengan proses Pembelajaran seperti ini, kata Kepala bidang Litbang Pemerintah Kota Sibolga ini, Mahasiswa akan memiliki Skill dan Learning Outcome yang terukur. Dirinya menyemangati para mahasiswa agar tidak takut lagi kepada Dosen yang hanya pintar membuat skripsi aba-abal yang tidak memiliki Objectivitas atau manfaat bagi masyarakat. Dirinya juga mempertanyakan mengapa Pemko yang banyak melakulan Penelitian di Kota Sibolga justru berasal dari Mahasiswa di Luar Kota Sibolga seperti USU, UNIMED, POlMED dan kampus swasta lain. Program Magister yang sedang dilaksanakan oleh Pemko kepada 21 mahasiswa Semester III juga diharapkan oleh beliau untuk dapat melakukan penelitian di Kota Sibolga. 

“Saya yakin, yang mengikuti Program Magister Terapan merupakan pegawai Negeri Sipil potensial dari masing-masing OPD, sehingga tesis yang akan dihasilkan dapat membantu Pemerintah Kota Sibolga dalam pencapaian Visi Misinya. Pemerintah mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dan berani menentukan passion dalam menyelesaikan studi," Tegas Lucien Pahala Sitanggang. (Son).